Bismillah… :D
Sebelumnyah akuh mau nanya dulu nih,,pernah gak kamuh berada di satu titik, di mana kamuh merasa semuanyah sungguh berjalan dengan sangadh tidak adil? Banyak orang kaya, sedangkan kamuh berada di titik terendah, di mana kamuh mencari sesuap nasi pun susah, Banyak orang tampan dan jelita, sedangkan kamuh di cemooh banyak orang karena kurang indah di bagian fisik, Banyak orang yang sukses dan memiliki banyak teman, sedangkan semua orang menjauh Karena melihat kau tidak sukses dalam hal apapun, Banyak orang shalih dan shalihah, sedangkan kau di beri keimanan yang pas2an, beriman jika sedang mendapat kesusahan saja…Banyak orang bahagia dengan kehidupannya, tanpa beban, sedangkan kau amat terpuruk dengan beban yang tak terkira banyaknya…
Pernahkah kau berfikir,,mengapa Allah memberikan semua inih untuk kitah? Mengapa kitah yang selalu merasa serba kekurangan, padahal di atas kitah banyak orang yang merasakan indahnya dunia karena tak merasakan penderitaan seperti yang kitah rasakan…Mungkin kau berfikir, betapa kejamnya dunia ini, betapa tak adil Allah terhadap kitah, Masih banyak orang, bahkan milyaran, tapih kenapa harus kitah yang merasakan semua ini? Mengapa? (jerit suara hati seorang Hamba Allah nun amat jauh disana...ehem!! :p)
Dan akuh pun tak memungkiri kadang akuh suka merasa tidak puas dengan apa yang ku dapat sekarang (walaupun mungkin secara tidak langsung..)..
Alhamdulillah, akuh tak pernah mengeluh dengan kondisi ekonomi keluargaku, akuh juga tak pernah mengeluh karena susah mencari sesuap nasi, akuh selalu berpikir ”Hari ini makan apa ya?”,,bukan seperti saudara2 kitah di luar sana yang berpikir ”Hari ini bisa makan atau gak ya?”,,Intinya Alhamdulillah akuh tak pernah mengeluh dengan kondisi ekonomi atau apapun yang sejenis ituh...Allah memberikan rezeki dan kemudahan di jalan ituh...
Alhamdulillah, akuh di karuniai anggota tubuh yang lengkap,,badan yang tegap dan sehat,, bisa bicara,,mendengar,,melihat...akuh pun jarang sekali mengeluh karena keadaan anggota tubuhku, walaupun kadang akuh suka merasa tidak puas dan selalu membanding2kan fisik dengan orang lain...bahkan akuh pernah protes dengan Allah atas apa yang telah Ia berikan,,Innalillahi!! Astagfirullah...Ya Allah Ya Ghofurr ampuni hamba-Mu ini...
Seharusnya akuh berpikir, masih banyak orang yang sering bertanya ”Dunia ini seperti apa? Kata orang-orang indah sekali, aku jadi ingin melihatnya.”, Mengapa dia bertanya seperti itu? Karena dia buta...
Banyak juga orang yang masih suka bertanya ”Denting piano itu seperti apa?” atau ”Wah, suara artis itu seperti apa? Sepertinya merdu sekali.” Mengapa ia bertanya demikian? Karena ia tuli...
Dan masih banyak juga orang yang mengerjap2kan mata, sambil memainkan tangannya untuk berkomunikasi, seakan2 mereka berkata ”Andai aku bisa mengubah dunia, dan menikmati indahnya alam ini jika aku bisa berbicara..”, tak kadang mereka melinangkan air mata akan segala kekurangan mereka, tapi mengapa mereka lebih bisa bersyukur daripada kita yang serba lengkap di beri Allah nikmat? Betapa bodohnya kitah, sangadh amatlah bodoh... Yang penting Iman bukan fisik atau apapun lah yang selalu saja di ukur oleh materi atau nilai...
Pernah suatu hari, akuh lagi jalan ama temen akuh di sepanjang trotoar Pajajaran menuju arah Baranang Siang, akuh dan temankuh itu abis dari Hotel Permata karena lagi ada Training ESQ, dan sedang menuju Botani Square karena ada Ibu aku disana...
Akuh dan temankuh ituh asik mengobrol, sampai tidak menyadari bahwa trotoar tempat kami berjalan terhambat karena ada serombongan orang di depan kami... Akuh dan temankuh pun tak mungkin asal nyalip jalan ajah, selain jalannya sempit, berbuat seperti itu bagikuh sangadh amatlah tak sopan... Ketika aku hendak menegur, aku benar2 kaget dengan apa yang kulihat...
TERNYATA...
Serombongan orang tadi yang menghalangi langakah kami adalah...Sekumpulan orang Tuna Wicara, alias bisu yang berasal dari SLB yang berada tepat di belakang Pangrango Plaza, dekat PMI dan kawasan kampus IPB Bogor..
Akuh benar-benar terharu melihat pemandangan seperti itu, mereka saling berkomunikasi alias ngobrol dengan menggunakan bahasa tangan, tak jarang mereka asik tertawa bersama, seakan dunia hanya milik mereka saja...Aku dan temanku pun yang tadinya hendak menyalip jadi enggan dan terharu melihat tingkah polah mereka yang bagi kami sangadhlah indah...
Tapi aku dan temankuh gak mungkin menunggu mereka sampai ke tempat tujuan, terlalu lama bagi kami yang memang sedang di buru oleh sang waktu...
Akhirnya kami nyalip juga dari sebelah kanan, dan spontan saja mulutku berkata ”Permisi...” dan reaksi mereka sungguh tak di sangka-sangka..Walaupun di telingaku mereka hanya berkata ”Heu..” tapi bagikuh mereka seperti mengatakan ”Silahkan..” dan aku merasa mereka merasa sangat senang dengan perkataanku walaupun hanya sebuah kata singkat dan sangat biasa bila akuh lontarkan ke orang normal yang memiliki anggota tubuh lengkap biasa, malahan mereka2 itu (si orang yg mempunyai tubuh lengkap), tak jarang hanya diam jika ada orang yang berkata permisi, seakan2 mereka akan rugi bermilyar2 jika menjawab kata permisi itu, Aku yakin mereka (Serombongan orang tuna wicara) sangat senang karena mereka merasa amat di hargai walaupun mereka adalah manusia yang di beri Allah kekurangan...dan aku amat bersyukur mulutku telah melontarkan satu kata yang bisa membuat mereka senang, dan merasa di hargai. Semoga berbuah pahala.
Lalu ketika posisiku dan temanku sudah berada di depan mereka, aku sengaja melihat kembali ke belakang, dan mereka tersenyum padaku...akuh sungguh amatlah senang...senang sekali.... =)
Tapi mengapa manusia2 yang bertubuh sempurna tak sedikit yang melupakan semua yang telah di berikan? Malah kelebihan mereka itu mereka jadikan modal utama untuk memetik keindahan duniawi, seakan2 dengan hanya bertubuh atau memiliki fisik sempurna sudah sangat cukup..Naudzhubillah deh!
Mending juga jadi orang yang biasa2 ajah tapih memiliki iman yang luar biasa kuat, dan menjadi hamba yang di cintai Allah SWT...kalo itu mah, mau bangedh!!! (Ya iyalaaah,,masa Ya Iya Sih, apalagih Ya Iya Dong! Hhe... ;p)
Alhamdulillah akuh gak pernah merasakan kesepian karena tak mempunyai teman seorang pun, bahkan Alhamdulillah akuh termasuk anak yang pandai bergaul dan cukup friendly (ehem, check sound! =p),,dan Alhamdulillah juga kalo akuh gak masuk atau gak ada, seenggaknya masih ada orang2 yang menanyakan ”Si Fathia kemana?”, seenggaknya masih ada yang mengharapkan aku ada... dan juga Alhamdulillah soal prestasi aku lumayan laaah,,dan mungkin karena ituh juga akuh jadi punya temen...hhe pede! ^_~
Aku juga punya temen, dia tuh orangnyah cantik, dan pintar, tapi dia punya kekurangan yang sangadh sering membuat orang kesal, Narsis yang sangat terlalu, Manja, dan egois...Kalo pendapat dia gak di setujui ato dia merasa di salahkan, entah itu dia yang benar atau salah, siap2 ajah kenal amukan dia yang kalo dah ngomong tuh cablak (blak2an yang pedes maksudnyah..),,dan karena dia cantik gak jarang dia berkata..(walaupun niatnyah mungkin bercanda..)
”Aku cantik, yang lain jelek!” atau suka menghina teman2 nyah dengan sebutan ”Kamu jelek!” atau ”Kamu item!” atau ”Kamu Bodo!” dll...
Akuh bisa ngebayangin bangedh perasaan si yang diledek ntuh,,pasti sakit bangedh lakh! (udah tau nanya,,hhi...)
Bukan akuh maksud nge-ghibah dia, akuh Cuma ngasih contoh peristiwa, biar kitah gak jadi manusia yang kayak gitu. Naudzhubillah, ngapain cantik kalo akhlak kayak monster? *pisssss*,, v ^ ^ v
Dan sekarang yang terakhir masalah keimanan...,
Hayooooooooooo.....
Dah gak jarang banyak orang yang memang ingin beriman di cemooh “Sok alim!” atau “Sok Suci!”,,fuuuh…
Untuk yang satu inih, akuh banyak sekali keluhannyah...IMAN..suatu kata yang Cuma memiliki 4 huruf, tapih mengandung arti yang amat dalam, dan jika termasuk manusia yang memilikinyah…ugghh…Subhanallah sekaleeee!
Kalo soal Iman akuh rasa dirikuh gak tinggi2 bangedh,,atau malah mungkin berada di tingkat terendah (innalillahi!!!!),,Alhamdulillah shalat dan ngaji masih terkontrol dan masih akuh laksanakan…tapih kalo dah masalah tahajud,,dhuha,,al-matsurat,,dll yang berbau sunah yang amat sangadh di anjurkan…duuuh,,kok rasanyah masih males tubuh ini untuk bergerak melaksanakan hal2 ituh,,padahal temen2 akuh yang alim2 ituh rutiiin bangedh melaksanakannyah…ups! Bukan berarti akuh kagak pernah loh,,malahan kelas 8 dulu,,hampir tiap malem aku sempetin tahajud walaupun mata berat kagak bisa di ajak kerja sama…,,gituh juga kalo baca Al-Matsurat,,tiap hari…sekarang?kok malah jarang….tapih malah itulah yang membuatku lebih ingin tambah tebel iman…
And maybe now,,I was find the answer of all my questions…
Kenapa harus akuh yang menerima semua ini??? Bukan orang lain yang bermilyar2 jumlahnya itu...????? (Tanya Kenapa???)
Jika aku sangat kaya, apakah aku akan mempunyai waktu untuk Allah? Bukankah aku sibuk dengan kekayaanku itu? Sibuk bekerja untuk menambah kekayaan agak terus melimpah ruah? Mungkin Allah membuatku menjadi orang miskin atau biasa2 ajah agar akuh selalu mengingatNya di dalam setiap kesusahan...
Jika akuh jadi orang tampan atau jelita, apakah aku akan mempunyai waktu untuk Allah? Bukankah akuh sibuk dengan kecantikkan dan ketampananku ini? Aku sibuk berhias (tabaruj yang Astagfirullah!!!),, berusaha agar di perhatikan semua orang..Mungkin Allah membuatku menjadi orang bertampang biasa agar aku bisa menahan diri untuk tidak sombong terhadap kelebihanku...agar akuh mau rendah hati menerima semua pemberianNya...
Jika akuh menjadi orang yang sukses, mungkin akuh akan lupa dengan Allah karena terlalu sibuk mempertahankan kesuksesanku itu, lupa bersyukur, lupa melaksanakan kewajibanku...
Jika akuh menjadi orang yang sangadh amadh beriman (walaupun hal ini pun wajib bin kudu kitah miliki..),,mungkin akuh akan merasa sombong, merasa paling baik, paling beriman, merasa pasti akan masuk surga...makanyah akuh diberi keimanan yang tak langsung full...agar akuh terus meningkatkan ibadahku yang tidak akan ada batasnya, dan selalu merasa ingin dekat denganNya,,menjadi hamba yang paling di cintaiNya,...
Ternyata kitah sebagai manusia pun, walaupun memiliki harta yang berlimpah, fisik yang baik, kesuksesan yang cemerlang, keshalihan yang amat tinggi, tidak akan luput dari 1 hal...yup,,KHILAF...
Kayak lagunyah Raihan...
Ikhlaskan hati mohon kemaafan,
Leburlah dosa di tapak tangan,
Lupakan segala khilaf dan salah...
Seseorang yang amat sangat beriman pun tak mungkin luput dari khilaf,,walaupun dia benar2 shalih,,misalnya hapalan banyak,,ngaji jago,,shalat mantap,,tahajud dhuha okeh,,berbakti pada orang tua de.el.el mulus,,pintar iyah,,cantik tentu,,istiqomah selalu,,(ya iyalaaah, masa ya iya sih, apalagih ya iya dong! =p),,cinta Allah number one,,cita2 tinggi selangit untuk memperjuangkan agama Allah,,Always remember Allah,,Doa2nyah selalu mengalir memohon keridhaan Allah...Bener2 jaga hijab,,dan cintanyah bener2 untuk Allah seorang...TAPIH...dia masih suka menyakiti temannya,,gurunyah,,saudara2nyah,,ataupun orang lain,,sampai si orang yang disakiti bener2 sakit hati, walaupun yang nyakitin ntuh nganggepnyah biasa2 akah en’ kagak sadar kalo2 perbuatan dia ituh dah buat si yang disakiti benar2 sedih dan amat sakit...Naudzhubillah!! Ngeri bangedh kaleee...kalo2 si yang disakiti nuntut di akherat,,dan menguras habis amal2an kitah di dunia....Naudzhubillah!!!!!tak mauuuu....>.<
”Manusia-manusia yang tidak pernah miskin, sedikit kaitannya dengan
tingkatan material maupun spiritual seseorang, melainkan lebih pada seberapa baik dan seberapa bisa ia menikmati dan mensyukuri hidupnya. Begitu kemampuan menikmati dan mensyukuri terakhir melekat dalam pada kehidupan seseorang, maka masuklah ia dalam kelompok manusia yang tidak akan pernah miskin” (Gede Prama)
”Kesuksesan semata-mata adalah keberuntungan, tanyakanlah kepada kegagalan.” (Earl Wilson)
Makanyah kitah sebagai manusia biasa,,,yang benar2 amat sangadh biasa,,jangan coba2 deh merasa puas dengan apa yang udah kitah dapatkan sekarang...karena kitah gak akan pernah tahu...WHAT WILL HAPPEN THEN???? :)
Alhamdulillah wa Syukurillah...
Wassalam...^_______^
N.b : Tulisan ini sebagai pelampiasan hati yang kesal...*loh?*,,hho... ;p